Cinta dan musik
sinopsis dan cerita oleh : Ikhlasul Febrianto
Riski adalah
seorang mahasiswa, Hari-harinya dihabiskan untuk belajar. Namun, disamping
belajar ada satu hal lagi yang tak dapat lepas darinya, yaitu musik. Musik
adalah hidupnya, musik adalah jiwanya, musik adalah jalan hidupnya, dan
hari-harinya pun tidak dapat terlepas dari musik. Riski berasal dari sebuah
desa terpencil.
Seperti
kebanyakan teman-temannya, Riski akan dijodohkan dengan seorang bunga desa anak
dari sepasang saudagar kaya yang telah lama bersahabat dengan orangtua Riski. Ani,
begitulah sibunga desa itu sering dipanggil, adalah seorang wanita yang cantik,
namun sudah tak bersekolah lagi. Sebenarnya Riski tidak menyukai Ani, namun
karena ini permintaan ibunya dan orangtuanya memang telah lama bersahabat, ia
pun menerima perjodohan itu.
Mufrika :”nak, kemari”
Riski :”iya bu, ada apa?”
(bingung)
Mufrika: :”ayah kamu telah
meninggal 3 bulan yang lalu, ia belum sempat melihatmu sukses dan mempunyai
pasangan”
Riski :”iya bu, lalu ada
apa?” (semakin bingung dan bertanya tanya)
Mufrika :”ibu bermaksud
menjodohkanmu dengan anak sahabat ayahmu dulu, si bunga desa itu. Dia anaknya
lumayan cantik. Lagipula ibu ingin melihatmu berpasangan sebelum ibu menyusul
ayahmu. Jadi bagaimana pendapatmu nak?”
Riski
berfikir keras, sebenarnya ia belum mau dijodohkan. Namun karena ibunya meminta
seperti itu, ia pun tidak bisa menolak. Riski sebenarnya telah memiliki
seseorang yang ia cintai, yaitu Megawati, teman satu ruangannya di universitas.
Riski :”b...baiklah bu”
(berusaha menarik senyum dan mengangguk)
Mufrika :”kau setuju nak?! Alhamdulillah,
terimakasih nak kau telah membuat ibumu bahagia” (sambil tegak, memegang pundak
riski, lalu keluar dari ruangan)
Riski :”maaf bu, aku
menerimanya secara terpaksa. Aku tidak mencintainya, walaupun ia cantik. Aku
hanya berusaha berbakti kepadamu”
Disetiap
pagi, ia selalu bertemu dengan Mega, wanita yang ia sukai. Mereka duduk
bersebelahan didalam ruangan, dan kemana-mana selalu pergi bersama. Mega adalah
wanita yang parasnya biasa-biasa saja, namun sederhana, baik dan cukup
berprestasi. Mega juga memiliki kesukaan yang sama dengan riski, yaitu musik. Mega
sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama kepada Riski, namun belum bisa
saling mengungkapkan perasaan. Kian hari mereka makin dekat, perasaan merekapun
sangat kuat. Pagi itu, keduanya secara kebetulan sama-sama ingin mengungkapkan
isi hati mereka di taman sekolah.
Mega :”hai Riski”
Riski :”hai juga Mega”
Mega :”kamu lagi ngapain
disini, dikursi taman sendirian” (sambil duduk di samping Riski)
Riski :”anu, sebenarnya aku
mau bilang sesuatu sama kamu” (gugup)
Mega :”bilang aja, nggak
apa-apa kok”
Riski :”aku itu sebenarnya
udah lama suka sama kamu, kamu itu baik, sederhana dan tipe aku.
Mega :”aku juga suka sama
kamu, Cuma aku belum berani ungkapkan kekamu. Aku udah lama memendam perasaan
ini ke kamu”
Dengan
demikian mereka berdua telah mengetahui bahwa mereka memiliki perasaan yang
sama satu sama lain. Hati mereka bahagia dan berbunga-bunga. Setiap hari mereka
selalu bersama seperti tidak ada yang dapat memisahkan mereka.
Namun,
cobaan pun datang. Mega tanpa sengaja mendengar percakapan orang-orang bahwa Riski
telah dijodohkan dengan seorang bunga desa. Hatinya hancur dan menangis
tersedu-sedu. Sejak itu dia mulai menjaga jarak dengan si Riski.
Riski :”Mega!!!” (berteriak
memanggil, namun Mega tetap menjauh)”Mega!!!” (sambil memegang tangan Mega)”kenapa
kamu menjauh saat aku panggil!?”
Mega :”mulai sekarang kita
gak usah dekat lagi ya, aku sudah tau kamu itu sudah dijodohkan” (air matanya
mulai jatuh bercucuran)
Riski :”tapi dengarkan aku
dulu” (menjelaskan, namun Mega langsung lari menjauh)
Kedua orang
yang saling mencintai itu sama-sama hancur hatinya karena perjodohan. Setelah
kejadian itu Riski sering merenung dan berdiam diri sambil mendengarkan alunan
lagu kesukaannya, begitu juga dengan Mega.
Riski
menghabiskan harinya dengan mengekspresikan perasaannya melalui musik yang ia
tulis. Musik itu berisi curahan hatinya. Musik biasanya dapat membawa
ketenangan bagi Riski, namun kali ini musik tak bekerja. Hatinya tetap saja
seperti itu.
Suatu hari, Ani,
sahabatnya dan orang tuanya datang kerumah Riski untuk membahas masalah
perjodohan. Saat orangtua mereka saling berbicara. Ani dan sahabatnya, yuli,
berkeliling rumah Riski. Saat mereka melewati ruang musik Riski, yuli tanpa
sengaja menemukan kertas berisi lirik lagu curahan hati karangan Riski. Iapun
segera menunjukannya kepada Ani. Seketika setelah membaca karangan itu juga Ani
menangis.
Yuli :”eh Ani, coba kamu
lihat lagu yang dibuat Riski ini” (menunjukkan kertas itu)
Ani : (terdiam beberapa
saat, lalu menangis)”dia tidak mencintai ku, dia mencintai orang lain”
Yuli :”wah tidak bisa
dibiarkan tuh si Riski, seenaknya saja mempermainkan sahabat aku!!!” (geram dan
kesal, nada agak tinggi)
Ani :”nggak, gak usah.
Ini bukan salah dia, bukan dia yang mempermainkan aku. Tapi keinginan ibunyalah
yang memaksanya untuk menerima perjodohan ini. Dialah laki-laki yang
sebenarnya, dia rela mematuhi ibunya tanpa mempedulikan apa yang sangat ia
inginkan” (menangis sambil tersenyum)
Yuli :”lalu bagaimana
selanjutnya?”
Ani :”aku yang akan
mengakhiri keterpaksaannya” (mengucap dengan tegas)
Ani dan
sahabatnya itu pergi menemui orangtua mereka. Lalu mereka langsung mengatakan
semua kepada orang tua mereka.
Hamir :”ada apa nak, kok kamu
menangis?” (terkejut)
Karmila :”iya, ada apa sayang,
kok kamu nangis”
Ani :”ayah, aku mau
menghentikan perjodohan ini. Memang aku mencintai Riski, namun aku tak mau
memaksakan kehendakku kepadanya. Dia telah menyukai orang lain, aku akan
membiarkan ia memilih pasangannya sendiri. Aku rela melakukan apa saja agar dia
bahagia”
Karmila :”apa!?”
Hamir :”ibu, jangan marah
dulu, dengarkan ayah. Ani, ayah sangat bangga kepadamu nak. Kamu sudah bisa
mengambil keputusan dengan bijak. Kamu rela berkorban demi kebahagiaan orang
lain, itu artinya kamu tidak egois. Ayah sangat bangga terhadap keputusan yang
telah kamu ambil itu nak”
Karmila :”tapi pak...” (langsung
dipotong ayah)
Hamir :”tidak bu, saya sangat
setuju dengan apa yang dikatakan Ani. Kita juga tidak dapat memaksakan kehendak
kita kepada orang lain. Kita tidak boleh egois”
Yuli :”aku bangga punya
sahabat kayak kamu, Ani. Kamu bijak, sama persis seperti ayahmu, kamu pasti
akan mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik”
Perjodohanpun
dibatalkan. Riski sangat senang mendengar berita ini. Ia langsung
memberitahukannya kepada Mega. Mega juga sangat senang, mereka berdua menangis
terharu saking senangnya. Hati mereka yang telah hancur berkeping-keping
seketika itu juga terakit kembali. Cinta mereka kembali dipersatukan.
Setelah
mereka menyelesaikan kuliahnya, merekapun lulus. Keluarga Riski melamar Mega
untuk menjadi pasangan seumur hidupnya. Megapun menerimanya dan akhirnya mereka
melaksanakan pernikahan. Dibantu oleh penghulu ternama di desa mereka,
riswanda, mereka menjalankannya.
Riswanda :”apakah kalian sudah
siap?”
Mega&Riski :”siap!!!” (serentak)
Riswanda :”saya nikahkan Riski
bin ikhlas dengan Mega binti fatimah dengan mas kawin seperangkat alat shalat,
cincin emas, kaset musik dibayar tunai, sah?”
Riski :”saya terima
nikahnya Riski bin Ikhlasul Febrianto dengan Mega binti Fatimah dengan mas
kawin seperangkat alat shalat, cincin emas dan kaset musik dibayar tunai”
Semua :”sah!!!”
Akhirnya
mereka bersatu setelah cobaan yang memisahkan mereka. Mereka akan hidup bersama
selamanya. Semua ini berkat musik, jiwa mereka, yang telah melekat dan
menyatukan mereka...
sekian dari saya buat post kali ini, saya sangat menghargai komentar yang membangun. semoga post ini dapat bermanfaat bagi semua. terima kasih dan see you at the next post...














